suatu hari seorang anak laki-laki menangis sendirian di perempatan jalan...
saya menghampirinya
"kenapa menangis sendirian nak? mana teman-temanmu?"
dia masih terisak, seperti nya pedih sekali
"tadi aku bermain bareng temen-temen. tapi tiba-tiba mereka semua berlari ninggalin aku..hu hu hu!"
sunyi, itu yang kurasakan saat melihat mata sayupnya. mungkin karena saya tau sejarah hidupnya, sehingga terlanjur punya presepsi demikian terhadapnya.
anak itu seorang anak angkat yang diambil tetangga saya dari panti asuhan dengan maksud sebagai pancingan karena lama tidak dikaruniai keturunan.
saya masih ingat betul bagaimana anak itu saat membeli minyak tanah ditempat saya...dia bener-bener anak yang gigih dan tidak suka ngeluh meski terlihat repot membawa jligen-jligen minyak belanjaannya..
"sunyi...sunyi yang sepi...
sunyinya seperti sunyiku
sepi nya seperti sepi ku
aku galau..."
to be continue...spt biasa afwan

3 comments:
Bila malam sudah terasa sepi dibanding masa-masa sebelumnya,
Bila hangatnya persahabatan tak lagi cukup untuk mencurahkan isi hati,
Bila hati merindukan belaian kasih sayang dikala resah,
Bila hati mendambakan pelindung dan pemberi motivasi disaat dirinya lemah,
Bila hati mulai cenderung dan merasa aman di sisi lawan jenisnya,
Maka apakah yang akan kita cari, selain pernikahan?
(Bila Hati Rindu Menikah, Mas Udik Abdullah, PRO-U Media)
emang gitu ya? bisa juga tuh solusinya..pernikahan..hemmmm..
pernah baca sebuah cerita di tabloid, cerpennya korrie rayun rampan judulnya senja...disitu diceritakan seorang perempuan tua yang anak2nya tuh sudah menikah dan punya kehidupan sendiri...perempuan tua itu hidup sendiri di sebuah rumah...anak2nya tidak sempet pulang menengoknya bahkan saat lebaran..
perempuan tua itu merasa sendiri dah hampa...semua kenangan bersama anak2nya perlahan membayang ditengah kesunyiannya..
kalo ane..apa bener ya hati rindu menikah? hehe..
padahal sejak kecil sunyi-sunyi gitu lhoh (kadang sih..)
emang melankolis gitu kadang...
thxs puisinya
tapi boleh juga tuh pernikahan..
hemmm..kapan ya? heheha
Post a Comment